Senin, 01 Februari 2016

HPP PROYEK YANG TERHENTI.

Apakah Pengertian Jasa Konstruksi itu?

Pengertian "konstruksi" adalah suatu kegiatan membangun sarana maupun prasarana yang meliputi pembangunan gedung (building construction), pembangunan prasarana sipil (Civil Engineer), dan instalasi mekanikal dan elektrikal.  Walaupun kegiatan konstruksi dikenal sebagai suatu pekerjaan, tetapi dalam kenyataannya konstruksi merupakan suatu kegiatan yang terdiri dari beberapa pekerjaan lain yang berbeda yang dirangkai menjadi satu unit bangunan, itulah sebabnya ada bidang/sub bidang yang dikenal sebagai klasifikasi.
Pada umumnya kegiatan konstruksi dimulai dari perencanaan yang dilakukan oleh konsultan perencana (team Leader) dan kemudian dilaksanakan oleh kontraktor konstruksi yang manajer proyek/kepala proyek.  Orang-orang ini bekerja didalam kantor, sedangkan pelaksanaan dilapangan dilakukan oleh mandor proyek yang mengawasi buruh bangunan, tukang dan ahli bangunan lainnya untuk menyelesaikan fisik sebuah konstruksi.  Transfer perintah tersebut dilakukan oleh Pelaksana Lapangan.  Dalam pelaksanaan bangunan ini, juga diawasi oleh konsultan pengawas (Supervision Engineer).
Dalam melakukan suatu konstruksi biasanya dilakukan sebuah perencanaan terpadu.  Hal ini terkait dengan metode penentuan besarnya biaya yang diperlukan, rancang bangun, dan efek lain yang akan terjadi saat pelaksanaan konstruksi.  Sebuah jadual perencanaan yang baik, akan menentukan suksesnya sebuah bangunan yang terkait dengan pendanaan, dampak lingkungan, keamanan lingkungan, ketersediaan material, logistik, ketidaknyamanan publik terkait dengan pekerjaan konstruksi, persiapan dokumen tender, dan lain sebagainya.
Menurut Undang-undang tentang Jasa konstruksi, "Jasa Konstruksi" adalah layanan jasa konsultansi perencanaan pekerjaan konstruksi, layanan jasa pelaksanaan pekerjaan konstruksi dan layanan jasa konsultansi pengawasan pekerjaan konstruksi.  "Pekerjaan Konstruksi" adalah keseluruhan atau sebagian rangkaian kegiatan perencanaan dan/atau pelaksanaan beserta pengawasan yang mencakup pekerjaan arsitektural, sipil, mekanikal, elektrikal dan tata lingkungan masing-masing beserta kelengkapannya untuk mewujudkan suatu bangunan atau bentuk fisik lain.

PERMASALAHAN YANG DIHADAPI DUNIA KONTRUKSI SECARA UMUM
A. Pemasalahan Dunia Konstruksi Berkaitan Erat Dengan Biaya, Waktu dan Mutu
permasalahan teknik pada proyek In Manajemen Resiko Setelah sebelumnya kita uraikan tentang kejadian alam yang dapat menghambat pelaksanaan proyek bangunan disini selanjutnya kita bahas tentang permasalahan teknik yang dapat timbul sehingga dapat dipikirkan cara terbaik untuk mengatasinya sebagai upaya mendapatkan hasil kualitas pekerjaan terbaik dengan biaya murah serta waktu cepat, berikut ini kendala teknik proyek pembangunan. 
Keterlambatan pengadaan material dan alat proyek Keberadaab bahan bangunan dan perlatan merupakan hal vital dalam pelaksanaan proyek untuk menjamin setiap pekerjaan dapat selesai sesuai waktu yang dijadwalkan. Keterlambatan dalam pengadaanya berarti terjadi kemunduran waktu pelaksanaan, untuk mengatasinya pihak kontraktor dapat bekerja sama dan menjalin hubungan baik dengan supplier yangh siap mengirim bahan dan alat tepat waktu sesuai kesepakatan kedua belah pihak. 
Tempat pembuangan ( Disposal Area ) Pekerjaan proyek yang berkaitan dengan pembuangan tanah galian atau sampah membutuhkan tempat pembuangan yang terkadang sulit untuk mencarinya, untuk pembuangan tanah mungkin masih mendapat kemudahan karena material terbuang tersebut masih laku untuk dijual lalu bagaimana dengan sampah proyek yang kehadiranya mengganggu area sekitar pembuangan sehingga terjadi kesulitan dalam menemukan disposal area, untuk mengatasinya dapat dilakukan dengan menjual hasil pembuangan kepihak yang membutuhkan misalnya untuk urugan pembangunan perumahan, menggunakan tanah hasil galian sebagai urugan, melakukan daur ulang dan penghancuran sampah atau mencari tempat pembuangan sampah akhir ( TPA ). 
Kebocoran bekisting Pekerjaan struktur beton bertulang membutuhkan cetakan bekisting yang benar-benar rapid an rapat sehingga tidak terjadi kebocoran yang dapat menyebabkan keluarnya air semen, untuk menutup selah-celah kebocoran bekisting dapat dilakukan dengan cara penutupan menggunakan sobekan bekas zak semen yang dicelupkan air terlebih dahulu.   Kondisi  lapangan berbeda dengan perencanaan Dalam pelaksanaan proyek ada kalanya kondisi dilapangan tidak sesuai dengan apa yang sudah direncanakan baik dalam hal gambar kerja maupun penggunaan jenis material sehingga perlu dilakukan perencanaan ulang dengan melakukan perhitungan terlebih dahulu apabila lokasi perbedaan merupakan struktur bangunan, serta diperlukan pengawasan pelaksanaan agar pekerjaan sesuai dengan shop drawing sehingga setiap penyimpangan dapat dihindari. 
Berbagai kendala teknik lainya bisa terjadi dalam pelaksanaan proyek pembangunan sehingga diperlukan pendataan terlebih dahulu menmgenai permasalahan proyek yang mungkin timbul serta penentuan beberapa alternative cara mengatasinya. Dengan begini diharapkan proyek dapat berjalan dengan lancar..

Fungsi Manajemen Konstruksi

1. Perencanaan (Planning)
Perencanaan adalah menentukan apa yang harus dikerjakan dan bagaimana mengerjakannya. Ini berarti menyangkut pengambilan keputusan berhadapan dengan pilihan-pilihan. Seorang manajer harus memahami dan bisa menangkap peluang-peluang yang datang, dan memiliki pula kemampuan untuk menciptakan peluang-peluang. Dia harus mampu membuat analisa atas peluang-peluang tersebut dan mengambil keputusan untuk memilih yang terbaik sesuai dengan kondisi dan keterbatasan sumber daya yang dimiliki. Ada dua jenis perencanaan: jangka panjang dan jangka pendek. Perencanaan jangka panjang tentu saja harus bertitik tolak dari tujuan jangka panjang dari perusahaan yang bersangkutan dan langkah-langkah yang harus diambil. Perencanaan jangka pendek, manajer itu harus menterjemahkan secara tepat langkah-langkah yang perlu diambil untuk mengembangkan dan memperkenalkan produk baru tersebut.

2. Mengorganisasi (Organizing)
Fungsi ini berkaitan dengan usaha untuk menetapkan jenis-jenis kegiatan yang dituntut untuk mencapai suatu tujuan tertentu, mengelompokkan kegiatan-kegiatan tersebut berdasarkan jenisnya supaya lebih mudah ditangani oleh bawahan. Fungsi ini mengandaikan bahwa seorang manajer bisa mendelegasikan otoritasnya kepada bawahannya dan bawahannya bisa memahami tanggung jawabnya masing-masing. Struktur organisasi bisa bermacam-macam dan tidak boleh dilihat sebagai tujuan pada dirinya sendiri. Struktur organisasi barulah efektiv kalau bisa mempermudah perusahaan mencapai tujuan utamanya, bukan hanya karena terlihat “teratur” dan “manis”.
3. Penempatan Orang (Staffing)
Fungsi ini menyangkut usaha untuk mengembangkan dan menempatkan orang-orang yang tepat di dalam berbagai jenis pekerjaan yang sudah didisain lebih awal dalam organisasi. Lebih jauh lagi fungsi ini meliputi hal-hal seperti pengembangan sumber daya manusia, proses penilaian dan promosi, pelatihan. Salah satu aspek penting dari fungsi ini adalah mengidentifikasi orang-orang di dalam organisasi yang berpotensial untuk dikembangkan sebagai manajer. Good managers develop managers.
4. Mengarahkan (Directing)
Fungsi ini biasa juga disebut supervisi. Ini menyangkut pembinaan motivasi dan pemberian bimbingan kepada bawahan untuk mencapai tujuan utama. Secara umum bisa dikatakan bahwa pekerja-pekerja akan berprestasi lebih baik pada pekerjaan di mana mereka persis tahu apa yang diharapkan dari mereka. Lebih jauh lagi, para pekerja tersebut akan lebih menghargai pekerjaannya kalau mereka bisa melihat bagaimana kaitan perkerjaan mereka dengan gambar keseluruhan dari organisasi. Mengerjakan sesuatu hanya karena atasan menyuruh demikian biasanya tidak bisa menghasilkan secara maksimal. Salah satu aspek penting dari fungsi ini adalah fungsi koordinasi, yang berarti penciptaan suatu harmoni dari individu-individu yang berkerja bersama-sama untuk mencapai tujuan bersama. Kemampuan komunikasi menjadi kunci keberhasilan fungsi ini.
5. Mengontrol (Controlling)
Fungsi ini dijalankan untuk menjamin bahwa perencaan bisa diwujudkan secara pasti. Ada banyak alat-alat analisa untuk suatu proses kontrol yang efektiv. Proses kontrol pada dasarnya selalu memuat unsur: perencanaan yang diterapkan, analisa atas deviasi atau penyimpangan-penyimpangan yang terjadi, dan menentukan langkah-langkah yang perlu untuk dikoreksi.

Tujuan Manajemen Konstruksi

Tujuan Manajemen Konstruksi adalah mengelola fungsi manajemen atau mengatur pelaksanaan pembangunan sedemikian rupa sehingga diperoleh hasil optimal sesuai dengan persyaratan (spesification) untuk keperluan pencapaian tujuan ini, perlu diperhatikan pula mengenai mutu bangunan, biaya yang digunakan dan waktu pelaksanaan Dalam rangka pencapaian hasil ini selalu diusahakan pelaksanaan pengwasan mutu ( Quality Control ) , pengawasan biaya ( cost Control ) dan pengawasan waktu pelaksanaan ( time control ).

Penerapan konsep manajemen konstruksi yang baik adalah mulai tahap perencanaan, namun dapat juga pada tahap - tahap lain sesuai dengan tujuan dan kondisi proyek tersebut sehingga konsep MK dapat diterapkan pada tahap - tahap proyek sebagai berikut
1. Manajemen Konstruksi dilaksanakan pada seluruh tahapan proyek. Pengelolaan proyek dengan sistem MK, disini mencakup pengelolaan teknis operasional proyek, dalam bentuk masukan - masukan dan atau keputusan yang berkaitan dengan teknis operasional proyek konstruksi, yang mencakup seluruh tahapan proyek, mulai dari persiapan, perencanaan, perancangan, pelaksanaan dan penyerahan proyek.
2. Tim MK sudah berperan sejak awal disain, pelelangan dan pelaksanaan proyek selesai, setelah suatu proyek dinyatakan layak ('feasible ") mulai dari tahap disain.
3. Tim MK akan memberikan masukan dan atau keputusan dalam penyempurnaan disain sampai proyek selesai, apabila manajemen konstruksi dilaksanakan setelah tahap disain
4. MK berfungsi sebagai koordinator pengelolaan pelaksanaan dan melaksanakan fungsi pengendalian atau pengawasan, apabila manajemen konstruksi dilaksanakan mulai tahap pelaksanaan dengan menekankan pemisahan kontrak - kontrak pelaksanaan untuk kontraktor.

Contoh Proyek yang Terhenti






Name Prooject          : pembangunan Pelabuhan Cilamaya.
Lokasi                        :  Karawang, Jawa Barat.
Sebab                        : Biaya logistik sangat tinggi dan Memakan waktu yang lama.
JAKARTA – Senin, (11/5/2015) Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi-JK) sudah membatalkan pembangunan Pelabuhan Cilamaya, Karawang, Jawa Barat yang memang selama ini menuai pro dan kontra. Pembatalan ini dikarenakan melihat ada objek vital nasional seperti pipa minyak dan gas milik PT Pertamina (Persero) yang akan terganggu akibat adanya pembangunan Pelabuhan Cilamaya.
Menurut pantauan tim economy.okezone.com, kendati dibatalkan, pemerintah saat ini tengah mencari lokasi alternatif pembangunan pelabuhan di Jawa Barat. Hal ini bertujuan untuk menciptakan kawasan industri di Jawa Barat yang berkualitas dan kompetitif, serta menekan biaya distribusi logistik sebagai pendukung Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta yang kini memakan waktu tunggu barang hingga enam hari lamanya.
Secara terang-terangan, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) kecewa dengan pemerintah pusat terkait pembatalan pembangunan Pelabuhan Cilamaya. Lantaran, permasalahan ekonomi di Jawa Barat salah satunya disebabkan lamanya pengapalan di Pelabuhan Tanjung Priok ke kawasan industri di Karawang, Jawa Barat. Hal ini menyebabkan biaya logistik sangat tinggi dan memakan waktu yang lama.
“Lambatnya proses pengapalan di Pelabuhan Tanjung Priok, dari sana ke kawasan industri di Karawang. Itu berapa jam makan waktunya,” tegas Aher di Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Jakarta, Senin (11/5/2015) malam.
Aher pun mengkritik kebijakan pemerintah pusat yang akan mencari lokasi alternatif dari pembatalan pembangunan Pelabuhan Cilamaya. Menurutnya, pembangunan pelabuhan alternatif yang rencananya dibangun di sebelah timur daerah Cilamaya akan memakan waktu yang cukup lama, terlebih studi pembangunannya saja memakan waktu hingga dua tahun.
“Kalau kita batalkan, studinya saja perlu dua tahun. Masa harus tunggu masalah logistik ini sampai dua tahun lagi? Kalau ini belum resmi keputusannya. Sampai saat ini kami belum terima keputusan ini. Pihak Japan International Cooperation Agency (JICA) masih protes. Kita masih kaji kembali kepantasannya untuk dibangun pelabuhan,” tegasnya kembali.
Menurut Aher, seharusnya PT Pertamina (Persero) selaku induk usaha yang menaungi wilayah operasi migas milik Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) di wilayah Cilamaya dapat memberitahukan sejak awal kepada pemerintah pusat, bahwa Pelabuhan Cilamaya akan mengganggu produksi migas miliknya, karena memiliki pipa minyak dan gas bumi yang membentang.
“Permasalahannya pemerintah membatalkan karena alasan Pertamina dan segala macam. Padahal studi pembangunan Pelabuhan Cilamaya dilakukan tahun 2008. Kalau sudah ada perencanaan, mengapa Pertamina baru bicara hari ini,” ungkapnya.
Lanjut Aher mengatakan, permasalahan ini jelas masih akan berdampak kepada mahalnya biaya distribusi logistik, karena tidak adanya pembangunan pelabuhan bagi industri di Jawa Barat dan sekitarnya Pembangunan Cilamaya Munculkan Banyak Masalah
Jumat, 10 Oktober 2014, 12:00 WIB KARAWANG –– Rencana pembangunan Pelabuhan Cilamaya, Kabupaten Karawang, masih menuai berbagai masalah. Penyebabnya, proses pembangunan pelabuhan penyangga Tanjungpriok, Jakarta tersebut akan mengakibatkan sektor-sektor vital lumpuh.
Bahkan Wakil Gubernur Jabar Deddy Mizwar mengatakan, bahwa proyek tersebut bisa merugikan negara hingga Rp 11,6 miliar per hari. "Opportunity lost-nya sangat besar. Dari PLN saja sebesar Rp 5,5 miliar. Sementara dari pupuk kujang Rp 6,1 miliar per hari. Kalau dua itu tahu, ya hitung sendiri (kerugiannya)," kata dia kepada Re publika usai menghadiri rapat paripurna DPRD Jabar, Kamis (9/10).
Kerugian tersebut berdasarkan perhitungan dari terputusnya, aliran gas sebanyak 200 ribu barel per hari. Bahkan, apabila pipa-pipa milik Pertamina tersebut dipendam, bukan dipindahkan, maka membutuhkan biaya hingga Rp 6 triliun.
Karena itu, Deddy mengata kan, proyek tersebut terlalu dipaksakan oleh pemerintah pusat. Wagub menengarai ada ‘main mata’ dalam proyek ini. "Jangan-jangan nanti ada unsur korupsi di sana. Orang lain yang mau bikin pelabuhan, kok negara yang dirugi kan," ujarnya.
Oleh karenanya, wagub meminta, negara harus segera mengonsultasikan permasalahan ini kepada KPK. Menurutnya, ada tempat yang lebih potensial untuk dibangun pelabuhan. Yaitu daerah Indramayu, tepatnya di Balongan. Di sana, kata wagub, tidak perlu memindahkan sesuatu yang sulit. Karena memang infrastruktur nya sudah siap. Bahkan, kapalkapal tanker besar sudah ada yang berlabuh di sana. "Ini ngotot mau di sana (Cilamaya, red). Ada agenda apa, padahal itu lumbung padi Jawa Barat," katanya.
Wagub bukan ingin menghambat proyek tersebut. Namun, menurutnya pembangunan ini harus melalui kajian yang matang. "Saya setuju dimana saja. Asal kajiannya tidak ada masalah. Ini kan Jepang yang ingin dekat dengan mitra kerjanya di sana," ungkap Deddy. Karena, sebagian besar investasi Jepang terutama di bidang industri, ada di wilayah karawang.
Wakil Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana mengaku, Pertamina melayangkan nada keberatan kepada pemda, terkait dengan pembangunan pelabuhan tersebut. "Tadi pihak pertamina meminta kejelasan terkait teknis," katanya. Cellica mengatakan, bahwa untuk permasalahan Cilamaya itu tidak berada di bawah kewenangannya. Sehingga, pihak menyerahkan sepenuhnya permasalahan ini kepada pemerintah pusat. ''Kita menunggu dari mereka (pusat, red), baiknya seperti apa. Silakan Pertamina berbicara kepa da pusat bagaimana solusinya," ujar wakil bupati.

Pihaknya hanya menjalani apa yang diprogramkan oleh pemerintah pusat, sebagai tempat yang akan didirikan pelabuhan. 'Pada prinsipnya, kata dia, selama itu demi kebaikan masyarakat dan pemerintahannya, maka Karawang akan menerima.
Sebelumnya Ketua DPRD Kabupaten Karawang Toto Suripto mengatakan, pembangunan pela buhan internasional itu, harus meng utamakan kepentingan ma syarakat sekitar. Dia khawatir, warga setempat hanya akan men jadi penonton, sedangkan pihak lain bisa menikmati pembangunan tersebut.

Toto menilai, masih ada beberapa masalah dengan rencana pembangunan Pelabuhan Cilamaya. Salah satunya kemungkinan terjadinya perubahan iklim dalam kehidupan masyarakat, yaitu potensi perubahan gaya hidup. Selain itu juga, Toto memperingatkan bahwa jangan sampai pembangunan tersebut mengganggu sektor pertanian. Pasalnya, selama ini Karawang dikenal sebagai lumbung padi. rep:c80, ed: agus yulianto

Tidak ada komentar:

Posting Komentar