Apakah Pengertian
Jasa Konstruksi itu?
Pengertian "konstruksi" adalah suatu kegiatan
membangun sarana maupun prasarana yang meliputi pembangunan gedung (building
construction), pembangunan prasarana sipil (Civil Engineer), dan instalasi
mekanikal dan elektrikal. Walaupun
kegiatan konstruksi dikenal sebagai suatu pekerjaan, tetapi dalam kenyataannya
konstruksi merupakan suatu kegiatan yang terdiri dari beberapa pekerjaan lain
yang berbeda yang dirangkai menjadi satu unit bangunan, itulah sebabnya ada
bidang/sub bidang yang dikenal sebagai klasifikasi.
Pada umumnya kegiatan konstruksi dimulai dari perencanaan
yang dilakukan oleh konsultan perencana (team Leader) dan kemudian dilaksanakan
oleh kontraktor konstruksi yang manajer proyek/kepala proyek. Orang-orang ini bekerja didalam kantor,
sedangkan pelaksanaan dilapangan dilakukan oleh mandor proyek yang mengawasi
buruh bangunan, tukang dan ahli bangunan lainnya untuk menyelesaikan fisik
sebuah konstruksi. Transfer perintah
tersebut dilakukan oleh Pelaksana Lapangan.
Dalam pelaksanaan bangunan ini, juga diawasi oleh konsultan pengawas
(Supervision Engineer).
Dalam melakukan suatu konstruksi biasanya dilakukan sebuah
perencanaan terpadu. Hal ini terkait
dengan metode penentuan besarnya biaya yang diperlukan, rancang bangun, dan
efek lain yang akan terjadi saat pelaksanaan konstruksi. Sebuah jadual perencanaan yang baik, akan
menentukan suksesnya sebuah bangunan yang terkait dengan pendanaan, dampak
lingkungan, keamanan lingkungan, ketersediaan material, logistik,
ketidaknyamanan publik terkait dengan pekerjaan konstruksi, persiapan dokumen
tender, dan lain sebagainya.
Menurut Undang-undang tentang Jasa konstruksi, "Jasa
Konstruksi" adalah layanan jasa konsultansi perencanaan pekerjaan
konstruksi, layanan jasa pelaksanaan pekerjaan konstruksi dan layanan jasa
konsultansi pengawasan pekerjaan konstruksi.
"Pekerjaan Konstruksi" adalah keseluruhan atau sebagian
rangkaian kegiatan perencanaan dan/atau pelaksanaan beserta pengawasan yang
mencakup pekerjaan arsitektural, sipil, mekanikal, elektrikal dan tata
lingkungan masing-masing beserta kelengkapannya untuk mewujudkan suatu bangunan
atau bentuk fisik lain.
PERMASALAHAN
YANG DIHADAPI DUNIA KONTRUKSI SECARA UMUM
A. Pemasalahan Dunia Konstruksi Berkaitan Erat Dengan Biaya,
Waktu dan Mutu
permasalahan teknik pada proyek In Manajemen Resiko Setelah
sebelumnya kita uraikan tentang kejadian alam yang dapat menghambat pelaksanaan
proyek bangunan disini selanjutnya kita bahas tentang permasalahan teknik yang
dapat timbul sehingga dapat dipikirkan cara terbaik untuk mengatasinya sebagai
upaya mendapatkan hasil kualitas pekerjaan terbaik dengan biaya murah serta
waktu cepat, berikut ini kendala teknik proyek pembangunan.
Keterlambatan pengadaan material dan alat proyek Keberadaab
bahan bangunan dan perlatan merupakan hal vital dalam pelaksanaan proyek untuk
menjamin setiap pekerjaan dapat selesai sesuai waktu yang dijadwalkan.
Keterlambatan dalam pengadaanya berarti terjadi kemunduran waktu pelaksanaan,
untuk mengatasinya pihak kontraktor dapat bekerja sama dan menjalin hubungan
baik dengan supplier yangh siap mengirim bahan dan alat tepat waktu sesuai
kesepakatan kedua belah pihak.
Tempat pembuangan ( Disposal Area ) Pekerjaan proyek yang
berkaitan dengan pembuangan tanah galian atau sampah membutuhkan tempat
pembuangan yang terkadang sulit untuk mencarinya, untuk pembuangan tanah
mungkin masih mendapat kemudahan karena material terbuang tersebut masih laku untuk
dijual lalu bagaimana dengan sampah proyek yang kehadiranya mengganggu area
sekitar pembuangan sehingga terjadi kesulitan dalam menemukan disposal area,
untuk mengatasinya dapat dilakukan dengan menjual hasil pembuangan kepihak yang
membutuhkan misalnya untuk urugan pembangunan perumahan, menggunakan tanah
hasil galian sebagai urugan, melakukan daur ulang dan penghancuran sampah atau
mencari tempat pembuangan sampah akhir ( TPA ).
Kebocoran bekisting Pekerjaan struktur beton bertulang
membutuhkan cetakan bekisting yang benar-benar rapid an rapat sehingga tidak
terjadi kebocoran yang dapat menyebabkan keluarnya air semen, untuk menutup
selah-celah kebocoran bekisting dapat dilakukan dengan cara penutupan
menggunakan sobekan bekas zak semen yang dicelupkan air terlebih dahulu. Kondisi
lapangan berbeda dengan perencanaan Dalam pelaksanaan proyek ada kalanya
kondisi dilapangan tidak sesuai dengan apa yang sudah direncanakan baik dalam
hal gambar kerja maupun penggunaan jenis material sehingga perlu dilakukan
perencanaan ulang dengan melakukan perhitungan terlebih dahulu apabila lokasi
perbedaan merupakan struktur bangunan, serta diperlukan pengawasan pelaksanaan
agar pekerjaan sesuai dengan shop drawing sehingga setiap penyimpangan dapat
dihindari.
Berbagai kendala teknik lainya bisa terjadi dalam
pelaksanaan proyek pembangunan sehingga diperlukan pendataan terlebih dahulu
menmgenai permasalahan proyek yang mungkin timbul serta penentuan beberapa
alternative cara mengatasinya. Dengan begini diharapkan proyek dapat berjalan
dengan lancar..
Fungsi
Manajemen Konstruksi
1. Perencanaan (Planning)
Perencanaan adalah menentukan apa yang harus dikerjakan dan
bagaimana mengerjakannya. Ini berarti menyangkut pengambilan keputusan
berhadapan dengan pilihan-pilihan. Seorang manajer harus memahami dan bisa
menangkap peluang-peluang yang datang, dan memiliki pula kemampuan untuk
menciptakan peluang-peluang. Dia harus mampu membuat analisa atas
peluang-peluang tersebut dan mengambil keputusan untuk memilih yang terbaik
sesuai dengan kondisi dan keterbatasan sumber daya yang dimiliki. Ada dua jenis
perencanaan: jangka panjang dan jangka pendek. Perencanaan jangka panjang tentu
saja harus bertitik tolak dari tujuan jangka panjang dari perusahaan yang
bersangkutan dan langkah-langkah yang harus diambil. Perencanaan jangka pendek,
manajer itu harus menterjemahkan secara tepat langkah-langkah yang perlu
diambil untuk mengembangkan dan memperkenalkan produk baru tersebut.
2. Mengorganisasi (Organizing)
Fungsi ini berkaitan dengan usaha untuk menetapkan
jenis-jenis kegiatan yang dituntut untuk mencapai suatu tujuan tertentu,
mengelompokkan kegiatan-kegiatan tersebut berdasarkan jenisnya supaya lebih
mudah ditangani oleh bawahan. Fungsi ini mengandaikan bahwa seorang manajer
bisa mendelegasikan otoritasnya kepada bawahannya dan bawahannya bisa memahami
tanggung jawabnya masing-masing. Struktur organisasi bisa bermacam-macam dan
tidak boleh dilihat sebagai tujuan pada dirinya sendiri. Struktur organisasi barulah
efektiv kalau bisa mempermudah perusahaan mencapai tujuan utamanya, bukan hanya
karena terlihat “teratur” dan “manis”.
3. Penempatan Orang (Staffing)
Fungsi ini menyangkut usaha untuk mengembangkan dan
menempatkan orang-orang yang tepat di dalam berbagai jenis pekerjaan yang sudah
didisain lebih awal dalam organisasi. Lebih jauh lagi fungsi ini meliputi
hal-hal seperti pengembangan sumber daya manusia, proses penilaian dan promosi,
pelatihan. Salah satu aspek penting dari fungsi ini adalah mengidentifikasi
orang-orang di dalam organisasi yang berpotensial untuk dikembangkan sebagai
manajer. Good managers develop managers.
4. Mengarahkan (Directing)
Fungsi ini biasa juga disebut supervisi. Ini menyangkut
pembinaan motivasi dan pemberian bimbingan kepada bawahan untuk mencapai tujuan
utama. Secara umum bisa dikatakan bahwa pekerja-pekerja akan berprestasi lebih
baik pada pekerjaan di mana mereka persis tahu apa yang diharapkan dari mereka.
Lebih jauh lagi, para pekerja tersebut akan lebih menghargai pekerjaannya kalau
mereka bisa melihat bagaimana kaitan perkerjaan mereka dengan gambar
keseluruhan dari organisasi. Mengerjakan sesuatu hanya karena atasan menyuruh
demikian biasanya tidak bisa menghasilkan secara maksimal. Salah satu aspek
penting dari fungsi ini adalah fungsi koordinasi, yang berarti penciptaan suatu
harmoni dari individu-individu yang berkerja bersama-sama untuk mencapai tujuan
bersama. Kemampuan komunikasi menjadi kunci keberhasilan fungsi ini.
5. Mengontrol (Controlling)
Fungsi ini dijalankan untuk menjamin bahwa perencaan bisa
diwujudkan secara pasti. Ada banyak alat-alat analisa untuk suatu proses
kontrol yang efektiv. Proses kontrol pada dasarnya selalu memuat unsur:
perencanaan yang diterapkan, analisa atas deviasi atau penyimpangan-penyimpangan
yang terjadi, dan menentukan langkah-langkah yang perlu untuk dikoreksi.
Tujuan
Manajemen Konstruksi
Tujuan Manajemen Konstruksi adalah mengelola fungsi
manajemen atau mengatur pelaksanaan pembangunan sedemikian rupa sehingga
diperoleh hasil optimal sesuai dengan persyaratan (spesification) untuk
keperluan pencapaian tujuan ini, perlu diperhatikan pula mengenai mutu
bangunan, biaya yang digunakan dan waktu pelaksanaan Dalam rangka pencapaian
hasil ini selalu diusahakan pelaksanaan pengwasan mutu ( Quality Control ) ,
pengawasan biaya ( cost Control ) dan pengawasan waktu pelaksanaan ( time
control ).
Penerapan konsep manajemen konstruksi yang baik adalah mulai
tahap perencanaan, namun dapat juga pada tahap - tahap lain sesuai dengan
tujuan dan kondisi proyek tersebut sehingga konsep MK dapat diterapkan pada
tahap - tahap proyek sebagai berikut
1. Manajemen Konstruksi dilaksanakan pada seluruh tahapan
proyek. Pengelolaan proyek dengan sistem MK, disini mencakup pengelolaan teknis
operasional proyek, dalam bentuk masukan - masukan dan atau keputusan yang
berkaitan dengan teknis operasional proyek konstruksi, yang mencakup seluruh
tahapan proyek, mulai dari persiapan, perencanaan, perancangan, pelaksanaan dan
penyerahan proyek.
2. Tim MK sudah berperan sejak awal disain, pelelangan dan
pelaksanaan proyek selesai, setelah suatu proyek dinyatakan layak ('feasible
") mulai dari tahap disain.
3. Tim MK akan memberikan masukan dan atau keputusan dalam
penyempurnaan disain sampai proyek selesai, apabila manajemen konstruksi
dilaksanakan setelah tahap disain
4. MK berfungsi sebagai koordinator pengelolaan pelaksanaan
dan melaksanakan fungsi pengendalian atau pengawasan, apabila manajemen
konstruksi dilaksanakan mulai tahap pelaksanaan dengan menekankan pemisahan
kontrak - kontrak pelaksanaan untuk kontraktor.
Contoh
Proyek yang Terhenti
Name Prooject
: pembangunan Pelabuhan Cilamaya.
Lokasi
: Karawang, Jawa Barat.
Sebab
: Biaya logistik sangat tinggi dan Memakan waktu yang lama.
JAKARTA – Senin, (11/5/2015) Pemerintahan Joko Widodo
(Jokowi-JK) sudah membatalkan pembangunan Pelabuhan Cilamaya, Karawang, Jawa
Barat yang memang selama ini menuai pro dan kontra. Pembatalan ini dikarenakan
melihat ada objek vital nasional seperti pipa minyak dan gas milik PT Pertamina
(Persero) yang akan terganggu akibat adanya pembangunan Pelabuhan Cilamaya.
Menurut pantauan tim economy.okezone.com, kendati
dibatalkan, pemerintah saat ini tengah mencari lokasi alternatif pembangunan
pelabuhan di Jawa Barat. Hal ini bertujuan untuk menciptakan kawasan industri
di Jawa Barat yang berkualitas dan kompetitif, serta menekan biaya distribusi
logistik sebagai pendukung Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta yang kini memakan
waktu tunggu barang hingga enam hari lamanya.
Secara terang-terangan, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan
(Aher) kecewa dengan pemerintah pusat terkait pembatalan pembangunan Pelabuhan
Cilamaya. Lantaran, permasalahan ekonomi di Jawa Barat salah satunya disebabkan
lamanya pengapalan di Pelabuhan Tanjung Priok ke kawasan industri di Karawang,
Jawa Barat. Hal ini menyebabkan biaya logistik sangat tinggi dan memakan waktu
yang lama.
“Lambatnya proses pengapalan di Pelabuhan Tanjung Priok,
dari sana ke kawasan industri di Karawang. Itu berapa jam makan waktunya,”
tegas Aher di Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas),
Jakarta, Senin (11/5/2015) malam.
Aher pun mengkritik kebijakan pemerintah pusat yang akan
mencari lokasi alternatif dari pembatalan pembangunan Pelabuhan Cilamaya.
Menurutnya, pembangunan pelabuhan alternatif yang rencananya dibangun di
sebelah timur daerah Cilamaya akan memakan waktu yang cukup lama, terlebih
studi pembangunannya saja memakan waktu hingga dua tahun.
“Kalau kita batalkan, studinya saja perlu dua tahun. Masa
harus tunggu masalah logistik ini sampai dua tahun lagi? Kalau ini belum resmi
keputusannya. Sampai saat ini kami belum terima keputusan ini. Pihak Japan
International Cooperation Agency (JICA) masih protes. Kita masih kaji kembali
kepantasannya untuk dibangun pelabuhan,” tegasnya kembali.
Menurut Aher, seharusnya PT Pertamina (Persero) selaku induk
usaha yang menaungi wilayah operasi migas milik Pertamina Hulu Energi Offshore
North West Java (PHE ONWJ) di wilayah Cilamaya dapat memberitahukan sejak awal
kepada pemerintah pusat, bahwa Pelabuhan Cilamaya akan mengganggu produksi
migas miliknya, karena memiliki pipa minyak dan gas bumi yang membentang.
“Permasalahannya pemerintah membatalkan karena alasan
Pertamina dan segala macam. Padahal studi pembangunan Pelabuhan Cilamaya
dilakukan tahun 2008. Kalau sudah ada perencanaan, mengapa Pertamina baru
bicara hari ini,” ungkapnya.
Lanjut Aher mengatakan, permasalahan ini jelas masih akan
berdampak kepada mahalnya biaya distribusi logistik, karena tidak adanya pembangunan
pelabuhan bagi industri di Jawa Barat dan sekitarnya Pembangunan Cilamaya
Munculkan Banyak Masalah
Jumat, 10 Oktober 2014, 12:00 WIB KARAWANG –– Rencana
pembangunan Pelabuhan Cilamaya, Kabupaten Karawang, masih menuai berbagai
masalah. Penyebabnya, proses pembangunan pelabuhan penyangga Tanjungpriok,
Jakarta tersebut akan mengakibatkan sektor-sektor vital lumpuh.
Bahkan Wakil Gubernur Jabar Deddy Mizwar mengatakan, bahwa
proyek tersebut bisa merugikan negara hingga Rp 11,6 miliar per hari.
"Opportunity lost-nya sangat besar. Dari PLN saja sebesar Rp 5,5 miliar.
Sementara dari pupuk kujang Rp 6,1 miliar per hari. Kalau dua itu tahu, ya
hitung sendiri (kerugiannya)," kata dia kepada Re publika usai menghadiri
rapat paripurna DPRD Jabar, Kamis (9/10).
Kerugian tersebut berdasarkan perhitungan dari terputusnya,
aliran gas sebanyak 200 ribu barel per hari. Bahkan, apabila pipa-pipa milik
Pertamina tersebut dipendam, bukan dipindahkan, maka membutuhkan biaya hingga
Rp 6 triliun.
Karena itu, Deddy mengata kan, proyek tersebut terlalu
dipaksakan oleh pemerintah pusat. Wagub menengarai ada ‘main mata’ dalam proyek
ini. "Jangan-jangan nanti ada unsur korupsi di sana. Orang lain yang mau
bikin pelabuhan, kok negara yang dirugi kan," ujarnya.
Oleh karenanya, wagub meminta, negara harus segera
mengonsultasikan permasalahan ini kepada KPK. Menurutnya, ada tempat yang lebih
potensial untuk dibangun pelabuhan. Yaitu daerah Indramayu, tepatnya di
Balongan. Di sana, kata wagub, tidak perlu memindahkan sesuatu yang sulit.
Karena memang infrastruktur nya sudah siap. Bahkan, kapalkapal tanker besar
sudah ada yang berlabuh di sana. "Ini ngotot mau di sana (Cilamaya, red).
Ada agenda apa, padahal itu lumbung padi Jawa Barat," katanya.
Wagub bukan ingin menghambat proyek tersebut. Namun,
menurutnya pembangunan ini harus melalui kajian yang matang. "Saya setuju
dimana saja. Asal kajiannya tidak ada masalah. Ini kan Jepang yang ingin dekat
dengan mitra kerjanya di sana," ungkap Deddy. Karena, sebagian besar investasi
Jepang terutama di bidang industri, ada di wilayah karawang.
Wakil Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana mengaku,
Pertamina melayangkan nada keberatan kepada pemda, terkait dengan pembangunan
pelabuhan tersebut. "Tadi pihak pertamina meminta kejelasan terkait teknis,"
katanya. Cellica mengatakan, bahwa untuk permasalahan Cilamaya itu tidak berada
di bawah kewenangannya. Sehingga, pihak menyerahkan sepenuhnya permasalahan ini
kepada pemerintah pusat. ''Kita menunggu dari mereka (pusat, red), baiknya
seperti apa. Silakan Pertamina berbicara kepa da pusat bagaimana
solusinya," ujar wakil bupati.
Pihaknya hanya menjalani apa yang diprogramkan oleh
pemerintah pusat, sebagai tempat yang akan didirikan pelabuhan. 'Pada
prinsipnya, kata dia, selama itu demi kebaikan masyarakat dan pemerintahannya,
maka Karawang akan menerima.
Sebelumnya Ketua DPRD Kabupaten Karawang Toto Suripto
mengatakan, pembangunan pela buhan internasional itu, harus meng utamakan
kepentingan ma syarakat sekitar. Dia khawatir, warga setempat hanya akan men
jadi penonton, sedangkan pihak lain bisa menikmati pembangunan tersebut.
Toto menilai, masih ada beberapa masalah dengan rencana
pembangunan Pelabuhan Cilamaya. Salah satunya kemungkinan terjadinya perubahan
iklim dalam kehidupan masyarakat, yaitu potensi perubahan gaya hidup. Selain
itu juga, Toto memperingatkan bahwa jangan sampai pembangunan tersebut
mengganggu sektor pertanian. Pasalnya, selama ini Karawang dikenal sebagai
lumbung padi. rep:c80, ed: agus yulianto


Tidak ada komentar:
Posting Komentar