Senin, 30 Januari 2017

KRTIK ARSITEKTUR


LATAR BELAKANG 



Impian masyarakat Kabupaten Bogor memiliki stadion bertaraf internasional bakal terwujud dalam waktu tiga tahun mendatang. Kepastian ini ditunjukkan dengan keseriusan Pemkab Bogor melanjutkan kembali pembangunan Stadion Utama Cibinong (SUC) di Kampung Cikempong, Kelurahan Pakansari, Kecamatan Cibinong yang terlantar sejak krisis moneter 1997 lalu. “Pembangunan stadion di lahan seluas 60 hektar dengan kapasitas duduk 60 ribu penonton yang semuanya berstandar internasional harus dilakukan awal tahun depan dan diharapkan selesai 2014. membangun stadion bertaraf internasional ini sudah menjadi kewajiban Pemkab Bogor. Selain sebagai penyangga ibukota, Kabupaten Bogor juga punya peluang menggelar berbagai event sepakbola nasional dan internasional.


STADION PAKANSARI CIBINONG


Stadion Pakansari yang terletak di kawasan Cibinong adalah stadion termegah yang dimiliki Kota Bogor. Berkapasitas hingga 30.000 orang, Stadion Pakansari baru dibangun pada 2014 lalu. Masih baru dan masih fresht entunya.
AddressJalan Pakansari, Pakansari, Cibinong, Pakansari, Cibinong, Bogor, Jawa Barat 16915, Indonesia
Opened2014
Capacity30,000




KRITIK DESKRIPTIF  


Ada  5 fakta Stadion Pakansari Cibinong yang menarik.
Rencana timnas ini membuat Stadion Pakansari ramai diperbincangkan. Tak hanya karena bangunannya yang baru, tapi juga karena bangunan Stadion Pakansari yang cantik dipandang mata. Dan, tahukah Anda, ternyata arsitektur Stadion Pakansari merupakan perpaduan arsitektur modern dengan tradisional. Seperti apa kelihatannya? Inilah 5 fakta soal Stadion Pakansari Cibinong yang mesti Anda tahu.
1. Memakai Sistem Single Seat
Stadion Pakansari merupakan stadion modern dan berkaca pada stadion bertaraf internasional. Karena itu, fasilitasnya pun mengacu pada stadion-stadion internasional. Demi kenyamanan pengunjung dan mencegah overkapasitas, sistem kursi di Stadion Pakansari adalah single seat dan sudah memiliki penomoran. Penonton yang datang akan duduk sesuai nomor tiket.
2. Bergaya Modern
Tampil kekinian, Stadion Pakansari menekankan gaya modern pada arsitekturnya. Atapnya berbentuk oval khas stadion-stadion urban pada umumnya. Warna-warna yang digunakan pun tampak atraktif sehingga terlihat sangat menarik bila dilihat dari atas. Warna-warni segar seperti kuning, hijau, dan oranye adalah warna yang banyak digunakan.
3. Mengusung Kearifan Lokal Bogor
Meski bergaya modern, Stadion Pakansari tak melupakan kearifan lokal Kota Bogor. Pada pagarnya, Stadion Pakansari menggunakan motif buah caruluk atau yang akrab kita ketahui sebagai kolang-kaling yang merupakan hasil dari pohon kawung. Motif ini dipilih karena nama Bogor yang berasal dari kata tunggul (akar) pohon kawung (aren).

4. Berhawa Sejuk
Karena masih terletak di kawasan Cibinong, Kota Bogor, Stadion Pakansari memiliki hawa sejuk. Di sekelilingnya pun masih terdapat banyak pepohonan hijau dan bukit-bukit. Bila beruntung dan langit sedang cerah, Anda akan melihat siluet Gunung Salak di kejauhan.
5. Terletak 50 km Saja dari Ibukota
Memiliki fisik dan fasilitas berstandar internasional, Stadion Pakansari hanya terletak 50 km dari Jakarta. Ini membuatnya mudah dijangkau. Akses dari dan ke Jakarta pun memiliki banyak alternatif.

Akses ke Stadion Pakansari dengan angkutan umum dapat ditempuh dengan Commuterline. Anda dapat turun di Stasiun Bojonggede, lalu naik angkot 05 ke arah Depok dan turun di kawasan Pemda Cibinong. Setelah itu, lanjutkan perjalanan dengan angkot 08 dan turun di Pengadilan Negeri Cibinong. Berjalanlah ke arah selatan, Jl. Kol. Edy Yoso Martadipura, sejauh 850 m dan Anda akan sampai di depan Stadion Pakansari. Bagi yang membawa kendaraan pribadi, akses menuju Stadion Pakansari dapat ditempuh lewat Tol Jagorawi dan keluar di Pintu Tol Sentul. Bila tidak melalui tol, jalur tercepat adalah lewat Jalan Raya Bogor

Kamis, 30 Juni 2016

KKA ARSITEKTUR KL TOWER 2016


Menara KL / KL Tower 

 Inline image 3  
 Inline image 2

Fakta-fakta cepat tentang KL Tower atau Menara KL/KL Tower
Tinggi: 421 meter atau 1.400 kaki di atas Bukit Nanas atau Pineapple Bukit
Ketinggian Bukit Nanas: 94 meter
Berat Tower: 100, 000 ton
Panjang antena: 86 meter
Kedalaman pondasi: 17 meter
Peringkat dari menara telekomunikasi
CN Tower, Toronto 553 meter
Menara Ostankino, Moskow 537 meter
Oriental Pearl Tower, Shanghai 468 meter
Borj-e Milad Tower, Taheran; 435 meter
Jumlah lift: 4 express lift, yang hanya memakan waktu 54 detik dari tanah ke dek observasi di 276 meter atau 920 kaki
Jumlah langkah: 2, 058 dari basement ke TH11
Arsitek: Kumpulan Senireka Kuala Lumpur
Perusahaan konstruksi: Wayss Freytag dari Jerman
Biaya Konstruksi: RM270 juta
Periode konstruksi: 1991-1995
Resmi Dibuka: 1 Oktober 1996 oleh Dr Mahathir Mohamad
Pemilik: Pemerintah Malaysia
Dikelola oleh: Menara Kuala Lumpur Sdn Bhd anak perusahaan dari Telekom Malaysia
Jam & Biaya Entrance menara KL membuka
Membuka 9:00-22:00 setiap hari.
Biaya Masuk: lihat di bawah untuk paket KL Tower baru.
Dress Code: casual.
Kamera dan Cams video yang ok: namun menggunakan tripod dan hal-hal profesional lainnya, persetujuan tertulis harus dicari.


Inline image 4

Menara kuala lumpur atau sering disebut dalam bahasa inggris kuala lumpur tower merupakan landmark ibukota malaysia, kuala lumpur, yang dibuka pada tahun 1996 dan mencapai ketinggian 421 meter atau 1381 kaki hingga puncak antena. 
Menara Kuala Lumpur merupakan sebuah menara telekomunikasi ke – 6 tertinggi di dunia yang berfungsi sebagai ikon terkenal bandaraya kuala lumpur. Menara yang menjulang tinggi ini berada di hutan simpan bukit nanas dengan ketinggian 94 m di atas permukaan laut.
Menara ini dibina untuk menambah baik kualitas pemancaran telekomunikasi dan penyiaran disana. Menara kuala lumpur berdiri megah sebagai simbol kota kuala lumpur yang terkenal dengan nama kuala lumpur bandaraya bercahaya.
Menara ini digunakan untuk memperlancar komunikasi, dan seperti menara2 tinggi lain nya, menara ini juga menyediakan dek pengamatan atau disebut dengan observation deck.
Menara yang terletak di Jalan Puncak no. 2  jalan ramlee Wilayah Persekutuan Kuala Lumpur, Malaysia, memiliki ketinggian 515 meter di atas permukaan laut. Ketinggian hingga rooftop menara 335 m atau 1,099 kaki.
Menara ini juga dikelilingi oleh hutan simpan bukit nanas seluas 9,37 hektar yang terletak di tengah tengah pusat kota kuala lumpur. Hutan simpan bukit nanas merupakan hutan simpan tertua yang diwariskan oleh negara malaysia.
Alam yang mengelilingi bukit nanas dipelihara semasa pembinaan menara kuala lumpur untuk memastikan keseimbangan dalam pembangunan dan pemeliharaan alam sekitar. Sebatang pohon jelutong ( Dyera Costolata ) berusia 110 tahun kokoh terpelihara. Sebuah tembok penahan juga telah dibangun untuk melindungi pohon tersebut
Menara kuala lumpur memiliki beberapa tingkatan mulai dari kawasan perlindungan, tempat pemandangan, restauran berputar, dewan banquet megaview, stasiun telekomunikasi, tempat pemandangan bangunan, stasiun penyiaran dan tapak tiang  mercu antena. Menara Kuala lumpur memiliki 6 lantai dengan luas 7700 meter persegi.

Fungsi dari KL Tower
Untuk meningkatkan telekomunikasi dan transmisi penyiaran di Malaysia.
Untuk menyebarluaskan informasi publik melalui televisi dan siaran FM-radio;
Untuk membuat layanan telekomunikasi yang tersedia untuk penggunaan polisi, ambulans, pemadam kebakaran dan pemerintah kota;
Untuk memberikan layanan pelacakan yang efisien untuk Kelautan, Badan Meteorologi dan Pengendalian Lalu Lintas departemen.
KL Tower adalah salah satu tempat resmi Malaysia untuk mengamati bulan sabit untuk menentukan awal Ramadhan atau bulan puasa. Ini bertindak sebagai salah satu observatorium falak Islam Malaysia.
menara Kepala
KL Tower Kepala
Jumlah tingkat: 11
TH00 Refuge untuk penggunaan darurat;
TH01 Observation Deck dengan teropong;
Th02 Sri Angkasa Revolving Restaurant;
TH03 Mega View Banquet Deck;
Stasiun Telekomunikasi TH04;
jasa TH05 Bangunan;
Stasiun Penyiaran TH06;
TH06-10 Dasar Antena Mast.
diameter maksimum Menara Head: 50 meter


Inline image 5
Fasilitas di Atas Permukaan Tanah
KL Tower Pedestrian Mall
Auditorium - memiliki 47 kursi dan menunjukkan terus menerus 15 menit klip video tentang menara, terutama tentang pembangunan menara;
Amphitheatre terbuka - memiliki 222 kursi
Doa Room atau surau
Arcade untuk toko-toko suvenir dan restoran
toilet umum - bebas untuk menggunakan
Pedestrian Mall: 146 meter panjang lengkap dengan air mancur dan Cascading kolam;
Parkir Untuk Mobil dan bus
180 teluk mobil parkir di RM2.65 per jam;
5 Teluk parkir bus di RM5.25 per entri.
Ada tambahan 140 Teluk parkir mobil sebelum pintu masuk ke menara. Tingkat parkir ada Rm3 untuk jam pertama dan biaya maksimum RM6 per hari.



Inline image 6

Hutan di Kota KL Tower Kepala
Salah satu kesulitan selama pembangunan KL Tower adalah untuk menghindari menghancurkan 100 tahun pohon Jelutung tua atau Dyera costulata.
Akibatnya, sebuah RM430 tambahan, 000 dihabiskan untuk melestarikan pohon. Anda akan dapat melihat keindahan ini pohon tepat di sebelah menara.
Bukit Nanas Forest Reserve adalah memperlakukan indah bagi pecinta alam.
Anda tidak harus meninggalkan kota dan perjalanan jauh untuk menikmati hijau. Anda akan menemukan flora dan fauna asli daerah, pohon-pohon yang sangat tua seperti pohon Jelutung yang bergerak menara dan gym udara terbuka di taman rekreasi.
Menikmati alam dan hutan berjalan di sini, di kota.
Ditetapkan sebagai Cagar Hutan pada tahun 1906;
Ukuran cadangan hutan: 10 hektar.
Mengunjungi Jam: 7:00-18:00 setiap hari

Lokasi hutan lindung: Antara Jalan Ampang dan Jalan Raja Chulan pintu masuk
Anda dapat memasukkan cadangan hutan baik dari:
Kaki Bukit Nanas di persimpangan Jalan Ampang dan Jalan Sultan Ismail, atau
Pintu masuk dekat KL Tower.
Tumbuhan dan Hewan
2 spesies monyet:
Umum monyet ekor panjang dan Monyet daun perak
kupu-kupu yang berwarna-warni dan burung-burung eksotis tupai
pakis indah, tanaman merambat dan pendaki
Berbagai spesies palem dan tanaman asli. 

Senin, 01 Februari 2016

HPP PROYEK YANG TERHENTI.

Apakah Pengertian Jasa Konstruksi itu?

Pengertian "konstruksi" adalah suatu kegiatan membangun sarana maupun prasarana yang meliputi pembangunan gedung (building construction), pembangunan prasarana sipil (Civil Engineer), dan instalasi mekanikal dan elektrikal.  Walaupun kegiatan konstruksi dikenal sebagai suatu pekerjaan, tetapi dalam kenyataannya konstruksi merupakan suatu kegiatan yang terdiri dari beberapa pekerjaan lain yang berbeda yang dirangkai menjadi satu unit bangunan, itulah sebabnya ada bidang/sub bidang yang dikenal sebagai klasifikasi.
Pada umumnya kegiatan konstruksi dimulai dari perencanaan yang dilakukan oleh konsultan perencana (team Leader) dan kemudian dilaksanakan oleh kontraktor konstruksi yang manajer proyek/kepala proyek.  Orang-orang ini bekerja didalam kantor, sedangkan pelaksanaan dilapangan dilakukan oleh mandor proyek yang mengawasi buruh bangunan, tukang dan ahli bangunan lainnya untuk menyelesaikan fisik sebuah konstruksi.  Transfer perintah tersebut dilakukan oleh Pelaksana Lapangan.  Dalam pelaksanaan bangunan ini, juga diawasi oleh konsultan pengawas (Supervision Engineer).
Dalam melakukan suatu konstruksi biasanya dilakukan sebuah perencanaan terpadu.  Hal ini terkait dengan metode penentuan besarnya biaya yang diperlukan, rancang bangun, dan efek lain yang akan terjadi saat pelaksanaan konstruksi.  Sebuah jadual perencanaan yang baik, akan menentukan suksesnya sebuah bangunan yang terkait dengan pendanaan, dampak lingkungan, keamanan lingkungan, ketersediaan material, logistik, ketidaknyamanan publik terkait dengan pekerjaan konstruksi, persiapan dokumen tender, dan lain sebagainya.
Menurut Undang-undang tentang Jasa konstruksi, "Jasa Konstruksi" adalah layanan jasa konsultansi perencanaan pekerjaan konstruksi, layanan jasa pelaksanaan pekerjaan konstruksi dan layanan jasa konsultansi pengawasan pekerjaan konstruksi.  "Pekerjaan Konstruksi" adalah keseluruhan atau sebagian rangkaian kegiatan perencanaan dan/atau pelaksanaan beserta pengawasan yang mencakup pekerjaan arsitektural, sipil, mekanikal, elektrikal dan tata lingkungan masing-masing beserta kelengkapannya untuk mewujudkan suatu bangunan atau bentuk fisik lain.

PERMASALAHAN YANG DIHADAPI DUNIA KONTRUKSI SECARA UMUM
A. Pemasalahan Dunia Konstruksi Berkaitan Erat Dengan Biaya, Waktu dan Mutu
permasalahan teknik pada proyek In Manajemen Resiko Setelah sebelumnya kita uraikan tentang kejadian alam yang dapat menghambat pelaksanaan proyek bangunan disini selanjutnya kita bahas tentang permasalahan teknik yang dapat timbul sehingga dapat dipikirkan cara terbaik untuk mengatasinya sebagai upaya mendapatkan hasil kualitas pekerjaan terbaik dengan biaya murah serta waktu cepat, berikut ini kendala teknik proyek pembangunan. 
Keterlambatan pengadaan material dan alat proyek Keberadaab bahan bangunan dan perlatan merupakan hal vital dalam pelaksanaan proyek untuk menjamin setiap pekerjaan dapat selesai sesuai waktu yang dijadwalkan. Keterlambatan dalam pengadaanya berarti terjadi kemunduran waktu pelaksanaan, untuk mengatasinya pihak kontraktor dapat bekerja sama dan menjalin hubungan baik dengan supplier yangh siap mengirim bahan dan alat tepat waktu sesuai kesepakatan kedua belah pihak. 
Tempat pembuangan ( Disposal Area ) Pekerjaan proyek yang berkaitan dengan pembuangan tanah galian atau sampah membutuhkan tempat pembuangan yang terkadang sulit untuk mencarinya, untuk pembuangan tanah mungkin masih mendapat kemudahan karena material terbuang tersebut masih laku untuk dijual lalu bagaimana dengan sampah proyek yang kehadiranya mengganggu area sekitar pembuangan sehingga terjadi kesulitan dalam menemukan disposal area, untuk mengatasinya dapat dilakukan dengan menjual hasil pembuangan kepihak yang membutuhkan misalnya untuk urugan pembangunan perumahan, menggunakan tanah hasil galian sebagai urugan, melakukan daur ulang dan penghancuran sampah atau mencari tempat pembuangan sampah akhir ( TPA ). 
Kebocoran bekisting Pekerjaan struktur beton bertulang membutuhkan cetakan bekisting yang benar-benar rapid an rapat sehingga tidak terjadi kebocoran yang dapat menyebabkan keluarnya air semen, untuk menutup selah-celah kebocoran bekisting dapat dilakukan dengan cara penutupan menggunakan sobekan bekas zak semen yang dicelupkan air terlebih dahulu.   Kondisi  lapangan berbeda dengan perencanaan Dalam pelaksanaan proyek ada kalanya kondisi dilapangan tidak sesuai dengan apa yang sudah direncanakan baik dalam hal gambar kerja maupun penggunaan jenis material sehingga perlu dilakukan perencanaan ulang dengan melakukan perhitungan terlebih dahulu apabila lokasi perbedaan merupakan struktur bangunan, serta diperlukan pengawasan pelaksanaan agar pekerjaan sesuai dengan shop drawing sehingga setiap penyimpangan dapat dihindari. 
Berbagai kendala teknik lainya bisa terjadi dalam pelaksanaan proyek pembangunan sehingga diperlukan pendataan terlebih dahulu menmgenai permasalahan proyek yang mungkin timbul serta penentuan beberapa alternative cara mengatasinya. Dengan begini diharapkan proyek dapat berjalan dengan lancar..

Fungsi Manajemen Konstruksi

1. Perencanaan (Planning)
Perencanaan adalah menentukan apa yang harus dikerjakan dan bagaimana mengerjakannya. Ini berarti menyangkut pengambilan keputusan berhadapan dengan pilihan-pilihan. Seorang manajer harus memahami dan bisa menangkap peluang-peluang yang datang, dan memiliki pula kemampuan untuk menciptakan peluang-peluang. Dia harus mampu membuat analisa atas peluang-peluang tersebut dan mengambil keputusan untuk memilih yang terbaik sesuai dengan kondisi dan keterbatasan sumber daya yang dimiliki. Ada dua jenis perencanaan: jangka panjang dan jangka pendek. Perencanaan jangka panjang tentu saja harus bertitik tolak dari tujuan jangka panjang dari perusahaan yang bersangkutan dan langkah-langkah yang harus diambil. Perencanaan jangka pendek, manajer itu harus menterjemahkan secara tepat langkah-langkah yang perlu diambil untuk mengembangkan dan memperkenalkan produk baru tersebut.

2. Mengorganisasi (Organizing)
Fungsi ini berkaitan dengan usaha untuk menetapkan jenis-jenis kegiatan yang dituntut untuk mencapai suatu tujuan tertentu, mengelompokkan kegiatan-kegiatan tersebut berdasarkan jenisnya supaya lebih mudah ditangani oleh bawahan. Fungsi ini mengandaikan bahwa seorang manajer bisa mendelegasikan otoritasnya kepada bawahannya dan bawahannya bisa memahami tanggung jawabnya masing-masing. Struktur organisasi bisa bermacam-macam dan tidak boleh dilihat sebagai tujuan pada dirinya sendiri. Struktur organisasi barulah efektiv kalau bisa mempermudah perusahaan mencapai tujuan utamanya, bukan hanya karena terlihat “teratur” dan “manis”.
3. Penempatan Orang (Staffing)
Fungsi ini menyangkut usaha untuk mengembangkan dan menempatkan orang-orang yang tepat di dalam berbagai jenis pekerjaan yang sudah didisain lebih awal dalam organisasi. Lebih jauh lagi fungsi ini meliputi hal-hal seperti pengembangan sumber daya manusia, proses penilaian dan promosi, pelatihan. Salah satu aspek penting dari fungsi ini adalah mengidentifikasi orang-orang di dalam organisasi yang berpotensial untuk dikembangkan sebagai manajer. Good managers develop managers.
4. Mengarahkan (Directing)
Fungsi ini biasa juga disebut supervisi. Ini menyangkut pembinaan motivasi dan pemberian bimbingan kepada bawahan untuk mencapai tujuan utama. Secara umum bisa dikatakan bahwa pekerja-pekerja akan berprestasi lebih baik pada pekerjaan di mana mereka persis tahu apa yang diharapkan dari mereka. Lebih jauh lagi, para pekerja tersebut akan lebih menghargai pekerjaannya kalau mereka bisa melihat bagaimana kaitan perkerjaan mereka dengan gambar keseluruhan dari organisasi. Mengerjakan sesuatu hanya karena atasan menyuruh demikian biasanya tidak bisa menghasilkan secara maksimal. Salah satu aspek penting dari fungsi ini adalah fungsi koordinasi, yang berarti penciptaan suatu harmoni dari individu-individu yang berkerja bersama-sama untuk mencapai tujuan bersama. Kemampuan komunikasi menjadi kunci keberhasilan fungsi ini.
5. Mengontrol (Controlling)
Fungsi ini dijalankan untuk menjamin bahwa perencaan bisa diwujudkan secara pasti. Ada banyak alat-alat analisa untuk suatu proses kontrol yang efektiv. Proses kontrol pada dasarnya selalu memuat unsur: perencanaan yang diterapkan, analisa atas deviasi atau penyimpangan-penyimpangan yang terjadi, dan menentukan langkah-langkah yang perlu untuk dikoreksi.

Tujuan Manajemen Konstruksi

Tujuan Manajemen Konstruksi adalah mengelola fungsi manajemen atau mengatur pelaksanaan pembangunan sedemikian rupa sehingga diperoleh hasil optimal sesuai dengan persyaratan (spesification) untuk keperluan pencapaian tujuan ini, perlu diperhatikan pula mengenai mutu bangunan, biaya yang digunakan dan waktu pelaksanaan Dalam rangka pencapaian hasil ini selalu diusahakan pelaksanaan pengwasan mutu ( Quality Control ) , pengawasan biaya ( cost Control ) dan pengawasan waktu pelaksanaan ( time control ).

Penerapan konsep manajemen konstruksi yang baik adalah mulai tahap perencanaan, namun dapat juga pada tahap - tahap lain sesuai dengan tujuan dan kondisi proyek tersebut sehingga konsep MK dapat diterapkan pada tahap - tahap proyek sebagai berikut
1. Manajemen Konstruksi dilaksanakan pada seluruh tahapan proyek. Pengelolaan proyek dengan sistem MK, disini mencakup pengelolaan teknis operasional proyek, dalam bentuk masukan - masukan dan atau keputusan yang berkaitan dengan teknis operasional proyek konstruksi, yang mencakup seluruh tahapan proyek, mulai dari persiapan, perencanaan, perancangan, pelaksanaan dan penyerahan proyek.
2. Tim MK sudah berperan sejak awal disain, pelelangan dan pelaksanaan proyek selesai, setelah suatu proyek dinyatakan layak ('feasible ") mulai dari tahap disain.
3. Tim MK akan memberikan masukan dan atau keputusan dalam penyempurnaan disain sampai proyek selesai, apabila manajemen konstruksi dilaksanakan setelah tahap disain
4. MK berfungsi sebagai koordinator pengelolaan pelaksanaan dan melaksanakan fungsi pengendalian atau pengawasan, apabila manajemen konstruksi dilaksanakan mulai tahap pelaksanaan dengan menekankan pemisahan kontrak - kontrak pelaksanaan untuk kontraktor.

Contoh Proyek yang Terhenti






Name Prooject          : pembangunan Pelabuhan Cilamaya.
Lokasi                        :  Karawang, Jawa Barat.
Sebab                        : Biaya logistik sangat tinggi dan Memakan waktu yang lama.
JAKARTA – Senin, (11/5/2015) Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi-JK) sudah membatalkan pembangunan Pelabuhan Cilamaya, Karawang, Jawa Barat yang memang selama ini menuai pro dan kontra. Pembatalan ini dikarenakan melihat ada objek vital nasional seperti pipa minyak dan gas milik PT Pertamina (Persero) yang akan terganggu akibat adanya pembangunan Pelabuhan Cilamaya.
Menurut pantauan tim economy.okezone.com, kendati dibatalkan, pemerintah saat ini tengah mencari lokasi alternatif pembangunan pelabuhan di Jawa Barat. Hal ini bertujuan untuk menciptakan kawasan industri di Jawa Barat yang berkualitas dan kompetitif, serta menekan biaya distribusi logistik sebagai pendukung Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta yang kini memakan waktu tunggu barang hingga enam hari lamanya.
Secara terang-terangan, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) kecewa dengan pemerintah pusat terkait pembatalan pembangunan Pelabuhan Cilamaya. Lantaran, permasalahan ekonomi di Jawa Barat salah satunya disebabkan lamanya pengapalan di Pelabuhan Tanjung Priok ke kawasan industri di Karawang, Jawa Barat. Hal ini menyebabkan biaya logistik sangat tinggi dan memakan waktu yang lama.
“Lambatnya proses pengapalan di Pelabuhan Tanjung Priok, dari sana ke kawasan industri di Karawang. Itu berapa jam makan waktunya,” tegas Aher di Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Jakarta, Senin (11/5/2015) malam.
Aher pun mengkritik kebijakan pemerintah pusat yang akan mencari lokasi alternatif dari pembatalan pembangunan Pelabuhan Cilamaya. Menurutnya, pembangunan pelabuhan alternatif yang rencananya dibangun di sebelah timur daerah Cilamaya akan memakan waktu yang cukup lama, terlebih studi pembangunannya saja memakan waktu hingga dua tahun.
“Kalau kita batalkan, studinya saja perlu dua tahun. Masa harus tunggu masalah logistik ini sampai dua tahun lagi? Kalau ini belum resmi keputusannya. Sampai saat ini kami belum terima keputusan ini. Pihak Japan International Cooperation Agency (JICA) masih protes. Kita masih kaji kembali kepantasannya untuk dibangun pelabuhan,” tegasnya kembali.
Menurut Aher, seharusnya PT Pertamina (Persero) selaku induk usaha yang menaungi wilayah operasi migas milik Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) di wilayah Cilamaya dapat memberitahukan sejak awal kepada pemerintah pusat, bahwa Pelabuhan Cilamaya akan mengganggu produksi migas miliknya, karena memiliki pipa minyak dan gas bumi yang membentang.
“Permasalahannya pemerintah membatalkan karena alasan Pertamina dan segala macam. Padahal studi pembangunan Pelabuhan Cilamaya dilakukan tahun 2008. Kalau sudah ada perencanaan, mengapa Pertamina baru bicara hari ini,” ungkapnya.
Lanjut Aher mengatakan, permasalahan ini jelas masih akan berdampak kepada mahalnya biaya distribusi logistik, karena tidak adanya pembangunan pelabuhan bagi industri di Jawa Barat dan sekitarnya Pembangunan Cilamaya Munculkan Banyak Masalah
Jumat, 10 Oktober 2014, 12:00 WIB KARAWANG –– Rencana pembangunan Pelabuhan Cilamaya, Kabupaten Karawang, masih menuai berbagai masalah. Penyebabnya, proses pembangunan pelabuhan penyangga Tanjungpriok, Jakarta tersebut akan mengakibatkan sektor-sektor vital lumpuh.
Bahkan Wakil Gubernur Jabar Deddy Mizwar mengatakan, bahwa proyek tersebut bisa merugikan negara hingga Rp 11,6 miliar per hari. "Opportunity lost-nya sangat besar. Dari PLN saja sebesar Rp 5,5 miliar. Sementara dari pupuk kujang Rp 6,1 miliar per hari. Kalau dua itu tahu, ya hitung sendiri (kerugiannya)," kata dia kepada Re publika usai menghadiri rapat paripurna DPRD Jabar, Kamis (9/10).
Kerugian tersebut berdasarkan perhitungan dari terputusnya, aliran gas sebanyak 200 ribu barel per hari. Bahkan, apabila pipa-pipa milik Pertamina tersebut dipendam, bukan dipindahkan, maka membutuhkan biaya hingga Rp 6 triliun.
Karena itu, Deddy mengata kan, proyek tersebut terlalu dipaksakan oleh pemerintah pusat. Wagub menengarai ada ‘main mata’ dalam proyek ini. "Jangan-jangan nanti ada unsur korupsi di sana. Orang lain yang mau bikin pelabuhan, kok negara yang dirugi kan," ujarnya.
Oleh karenanya, wagub meminta, negara harus segera mengonsultasikan permasalahan ini kepada KPK. Menurutnya, ada tempat yang lebih potensial untuk dibangun pelabuhan. Yaitu daerah Indramayu, tepatnya di Balongan. Di sana, kata wagub, tidak perlu memindahkan sesuatu yang sulit. Karena memang infrastruktur nya sudah siap. Bahkan, kapalkapal tanker besar sudah ada yang berlabuh di sana. "Ini ngotot mau di sana (Cilamaya, red). Ada agenda apa, padahal itu lumbung padi Jawa Barat," katanya.
Wagub bukan ingin menghambat proyek tersebut. Namun, menurutnya pembangunan ini harus melalui kajian yang matang. "Saya setuju dimana saja. Asal kajiannya tidak ada masalah. Ini kan Jepang yang ingin dekat dengan mitra kerjanya di sana," ungkap Deddy. Karena, sebagian besar investasi Jepang terutama di bidang industri, ada di wilayah karawang.
Wakil Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana mengaku, Pertamina melayangkan nada keberatan kepada pemda, terkait dengan pembangunan pelabuhan tersebut. "Tadi pihak pertamina meminta kejelasan terkait teknis," katanya. Cellica mengatakan, bahwa untuk permasalahan Cilamaya itu tidak berada di bawah kewenangannya. Sehingga, pihak menyerahkan sepenuhnya permasalahan ini kepada pemerintah pusat. ''Kita menunggu dari mereka (pusat, red), baiknya seperti apa. Silakan Pertamina berbicara kepa da pusat bagaimana solusinya," ujar wakil bupati.

Pihaknya hanya menjalani apa yang diprogramkan oleh pemerintah pusat, sebagai tempat yang akan didirikan pelabuhan. 'Pada prinsipnya, kata dia, selama itu demi kebaikan masyarakat dan pemerintahannya, maka Karawang akan menerima.
Sebelumnya Ketua DPRD Kabupaten Karawang Toto Suripto mengatakan, pembangunan pela buhan internasional itu, harus meng utamakan kepentingan ma syarakat sekitar. Dia khawatir, warga setempat hanya akan men jadi penonton, sedangkan pihak lain bisa menikmati pembangunan tersebut.

Toto menilai, masih ada beberapa masalah dengan rencana pembangunan Pelabuhan Cilamaya. Salah satunya kemungkinan terjadinya perubahan iklim dalam kehidupan masyarakat, yaitu potensi perubahan gaya hidup. Selain itu juga, Toto memperingatkan bahwa jangan sampai pembangunan tersebut mengganggu sektor pertanian. Pasalnya, selama ini Karawang dikenal sebagai lumbung padi. rep:c80, ed: agus yulianto

Senin, 14 Desember 2015

Tugas Hukum dan Pranata Pembangunan

RUANG TERBUKA HIJAU 

Ruang terbuka hijau adalah area memanjang/jalur dan/atau mengelompok, yang penggunaannya lebih bersifat terbuka, tempat tumbuh tanaman, baik yang tumbuh secara alamiah maupun yang sengaja ditanam.

Penyediaan dan pemanfaatan RTH dalam RTRW Kota/RDTR Kota/RTR Kawasan Strategis Kota/RTR Kawasan Perkotaan, dimaksudkan untuk menjamin tersedianya ruang yang cukup bagi:

kawasan konservasi untuk kelestarian hidrologis;
kawasan pengendalian air larian dengan menyediakan kolam retensi;
area pengembangan keanekaragaman hayati;
area penciptaan iklim mikro dan pereduksi polutan di kawasan perkotaan;
tempat rekreasi dan olahraga masyarakat;
tempat pemakaman umum;
pembatas perkembangan kota ke arah yang tidak diharapkan;
pengamanan sumber daya baik alam, buatan maupun historis;
penyediaan RTH yang bersifat privat, melalui pembatasan kepadatan serta kriteria pemanfaatannya;
area mitigasi/evakuasi bencana; dan
ruang penempatan pertandaan (signage) sesuai dengan peraturan perundangan dan tidak mengganggu fungsi utama RTH tersebut.


Ruang Terbuka Hijau memiliki fungsi sebagai berikut:



Fungsi utama (intrinsik) yaitu fungsi ekologis:

memberi jaminan pengadaan RTH menjadi bagian dari sistem sirkulasi udara (paru-paru kota);
pengatur iklim mikro agar sistem sirkulasi udara dan air secara alami dapat berlangsung lancar;
sebagai peneduh;
produsen oksigen;
penyerap air hujan;
penyedia habitat satwa;
penyerap polutan media udara, air dan tanah, serta;
penahan angin.

Fungsi tambahan (ekstrinsik) yaitu:

1. Fungsi sosial dan budaya:
o menggambarkan ekspresi budaya lokal;
o merupakan media komunikasi warga kota;
o tempat rekreasi; wadah dan objek pendidikan, penelitian, dan pelatihan dalam mempelajari alam.
2. Fungsi ekonomi:
o sumber produk yang bisa dijual, seperti tanaman bunga, buah, daun, sayur mayur;
o bisa menjadi bagian dari usaha pertanian, perkebunan, kehutanan dan lain-lain.
3. Fungsi estetika:
o meningkatkan kenyamanan, memperindah lingkungan kota baik dari skala mikro: halaman rumah, lingkungan permukimam, maupun makro: lansekap kota secara keseluruhan;
o menstimulasi kreativitas dan produktivitas warga kota;
o pembentuk faktor keindahan arsitektural;
o menciptakan suasana serasi dan seimbang antara area terbangun dan tidak terbangun.

Dalam suatu wilayah perkotaan, empat fungsi utama ini dapat dikombinasikan sesuai dengan kebutuhan, kepentingan, dan keberlanjutan kota seperti perlindungan tata air, keseimbangan ekologi dan konservasi hayati.


KOTA YANG MENERAPKAN RTH MENURUT UU NO. 26 TAHUN 2007

SURABAYA

RTH di Kota Surabaya sendiri telah mencapai 22,26 persen atau 171,68 hektar dari total luas wilayah kota. Surabaya unggul sebagai kota besar ramah lingkungan dan humanis. Surabaya saat ini mengembangkan penataan yang tersebar ke seluruh penjuru kota. Dengan demikian, warga kotanya bisa beraktivitas di wilayah masing-masing atau dekat dengan tempat tinggalnya. Pembangunan RTH di Surabaya tidak diaglomerasikan ke satu titik, melainkan menyebar dengan mengembangkan sentra komunitas di setiap titk strategis kota.
Di setiap titik strategis seluruh wilayah kota itu dibangun pula tamantaman lengkap dengan akses WiFi, pedestrian, dan jalur sepeda sebagai ruang terbuka hijau di luar ruang rekreasi, lapangan olahraga, dan pemakaman.Kota Surabaya juga sadar bahwa peningkatan kualitas lingkungan akan lebih mudah apabila melibatkan peran serta masyarakat. Program-program seperti “Urban Farming”, “Surabaya Green and Clean”, “Surabaya Berwarna Bunga”, dan meningkatkan kembali implementasi 3R (Reuse, Reduce , Recycle) dalam pengelolaan sampah, dilakukan dalam rangka membentuk
kota hijau yang sehat.
Itulah sebabnya saat ini Surabaya mendapat predikat sebagai "kota untuk warganya". Tak kalah penting, kota ini juga digelari The Most Green and Livable City in Indonesia.Menurut Peraturan Daerah Kota Surabaya nomor 07 tahun 2002, tentang pengelolaan ruang terbuka hijau disebutkan bahwa ruang terbuka hijau tak hanya berupa hutan kota, melainkan kawasan hijau yang berfungsi
sebagai pertamanan, rekreasi, permakaman, pertanian, jalur hijau, dan pekarangan.Dalam ruang terbuka hijau diwajibkan adanya kegiatan penghijauan yaitu tentunya dengan budidaya tanaman sehingga terjadi perlindungan terhadap kondisi lahan. Peraturan daerah itu menyebutkan dengan jelas bahwa pengelolaan ruang terbuka hijau menjadi tanggungjawab tak hanya pemerintah, bahkan sektor swasta, dan warga yang bertempat tinggal di Kota Surabaya.


BALIKPAPAN

Secara administrative luas keseluruhan Kota Balikpapan menurut RTRW tahun 2012-2032 adalah 81.495 Ha yang terdiri dari luas daratan 50.337,57 Ha dan luas lautan 31.164,03 Ha.Pansus DPRD Kota Balikpapan dalam pembahasan revisi RTRW Kota Balikpapan Tahun 2012-2032 atas revisi Perda No. 5 Tahun 2006 tentang RTRW Tahun 2005-2015, mengurai problematika penataan ruang di Kota Balipapan dalam 10 tahun terakhir.

Dalam perecanaan tata ruang, pemerintah Kota Balikpapan telah menyempurnakan Perda Kota
Balikpapan Nomor 5 Tahun 2006 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Balikpapan tahun 2005 – 2015 menjadi Perda Kota Balikpapan Nomor 12 tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Balikpapan Tahun 2012 – 2032 yang telah ditetapkan tanggal 2 November 2012. Dalam Perda terdapat beberapa komitmen yang menjadi kebijakan untuk tetap dilanjutkan, antara lain :
1. Pola ruang 52% Kawasan Lindung dan 48% Kawasan Budidaya
2. Tidak menyediakan ruang untuk wilayah pertambangan
3. Pengembangan kawasan budidaya dengan konsep foresting the city dan green corridor, untuk
pengembangan Kawasan Industri Kariangau diarahkan pada green industry yang didukung zero
waste dan zero sediment.

Perkembangan kota Balikpapan dalam beberapa tahun terakhir ini sangat pesat. Topografi Balikpapan berbukitbukit dengan kelerengan yang bervariasi, serta jenis tanah pada beberapa kawasan didominasi oleh jenis yang mudah mengalami pergeseran dan erosi. Kondisi ini memerlukan penanganan yang benar dalam pengelolaannya. Kebutuhan akan lahan untuk mencapai visi Balikpapan dapat diwujudkan melalui program-program pembangunan yang berwawasan lingkungan dengan mengikutsertakan seluruh komponen yang ada di kota ini dalam aspek-aspek perencanaan, pelaksanaan dan evaluasinya.

Berdasarkan hasil pengumpulan data luas hutan kota di Balikpapan yang secara definitive sudah
ditetapkan, saat ini baru mencapai 200 ha yang tersebar di 28 lokasi atau mencapai 0,4 persen dari luas wilayah Kota Balikpapan (503 kilometer persegi).



Sumber :

Djechnics.blogspot.co.id
kota-surabaya&catid=17%3Aartikel&lang=id
http://ruangterbukahijaukotamalang.weebly.com/rth-kota-malang.html


Minggu, 08 November 2015

Tugas Hukum & Pranata Pembangunan 2

Pendahuluan
infrastruktur fisik dan sosial adalah dapat didefinisikan sebagai kebutuhan dasar fisik pengorganisasian sistem struktur yang diperlukan untuk jaminan ekonomi sektor publik dan sektor privaat sebagai layanan dan fasilitas yang diperlukan agar perekonomian dapat berfungsi dengan baik.
Istilah ini umumnya merujuk kepada hal infrastruktur teknis atau fisik yang mendukung jaringan struktur seperti fasilitas antara lain dapat berupa jalan, kereta api, air bersih, bandara, kanal, waduk, tanggul, pengelolahan limbah, perlistrikan, telekomunikasi, pelabuhan secara fungsional, infrastruktur selain fasilitasi akan tetapi dapat pula mendukung kelancaran aktivitas ekonomi masyarakat, distribusi aliran produksi barang dan jasa sebagai contoh bahwa jalan dapat melancarkantransportasi pengiriman bahan baku sampai ke pabrik kemudian untuk distribusi ke pasar hingga sampai kepada masyarakat.
Proyek Kerjasama adalah penyediaan infrastruktur yang dilakukan melalui perjanjian kerjasama atau pemberian izin pengusahaan antara Menteri/Kepala Lembaga/Kepala Daerah dengan badan usaha. Badan usaha adalah badan usaha swasta berbentuk PT,  BUMN/BUMD, dan Koperasi.  Dalam pelaksanaan proyek kerjasama, Menteri/Kepala Lembaga/Kepala Daerah bertindak sebagai Penanggung Jawab Proyek Kerjasama (PJPK). Apabila dalam perundang-undangan diatur bahwa suatu sektor infrastruktur,  penyediaan infrastruktur oleh pemerintah diselenggarakan atau dilaksanakan oleh BUMN/BUMD, maka BUMN/BUMD tersebut yang akan bertindak selaku PJPK .


Berikut ini contoh kerja sama pemerintah dan swasta :


Pintu keluar Cisalak di Jalan Tol Cijago.
Panjang
10,1 km
Pembangunan
2011-2012
Pengelola
PT Translingkar Kita Jay


Jalan Tol Cijago (kependekan dari jalan tol Cinere-Jagorawi) adalah jalan tol yang diresmikan tanggal 27 Januari2012 lalu. Panjang jalan tol ini adalah 3,7 kilometer. Nantinya, tol Cijago ini akan berujung sampai ke Cinere, Depokdan bus kota dan jarak jauh atau menengah dari Terminal Depok akan melintasi jalan tol Jagorawi tanpa melewati Lenteng Agung dan Pasar Minggu. Ruas yang beroperasi hanya ruas Cisalak - Jagorawi yang diresmikan tahun 2012 lalu. Sedangkan ruas Cinere - Cisalak akan di bangun dalam waktu dekat. Jalan tol ini merupakan bagian dari Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta 2.
Pembangunan Jalan Tol Cinere – Jagorawi membutuhkan dana sebesar Rp. 2,4 Trilyun .
Pembangunan Jalan Tol Cinere – Jagorawi terbagi menjadi 3 (tiga) seksi. Seksi I (Jagorawi – Raya Bogor) sepanjang 3,70 km telah selesai pembangunannya dan telah beroperasi sejak tanggal 27 Januari 2012.
PT Translingkar Kita Jaya akan memulai pembangunan Seksi II (Raya Bogor – Kukusan) sepanjang 5,50 Km dan diharapkan Seksi III (Kukusan – Cinere) sepanjang 5,44 Km juga dapat segera dimulai pembangunannya, sehingga seluruh Jalan Tol Cinere-Jagorawi dapat beroperasi pada tahun 2016. Dalam rangka percepatan pembangunan Jalan Tol Cinere-Jagorawi, PT Translingkar Kita Jaya melakukan upaya percepatan dengan mulai membangun Seksi II (Raya Bogor-Kukusan) meskipun pengadaan tanah untuk Seksi ini belum selesai 100%. Tanah yang dibutuhkan untuk pelaksanaan konstruksi Seksi II seluas + 53,02 Ha dan telah dibebaskan seluas + 46,17 Ha (87,08%).
Sisa tanah yang belum dibebaskan saat ini dalam proses penyelesaian baik melalui musyawarah maupun konsinyasi dan diharapkan dapat diselesaikan pada pertengahan tahun 2014. Pembangunan Jalan Tol Cinere-Jagorawi Seksi II seluruhnya berlokasi di wilayah Kota Depok, Jawa Barat dan dibangun menggunakan konstruksi perkerasan kaku (rigid pavement) dengan jumlah lajur 2 x 3 lajur serta didesain dengan kecepatan rencana 100 km/jam. Pelaksanaan konstruksi direncanakan selesai pada bulan Februari 2015 dengan kontraktor PT Hutama Karya.

Refrensi : http://www.tempo.co/topik/masalah/786/pembangunan-jalan-tol

Jumat, 09 Oktober 2015

HUKUM DAN PRANATA PEMBANGUNAN






HUKUM DAN PRANATA PEMBANGUNAN
 



PERAN ARSITEK

Arsitek adalah sebutan ahli yang mampu melakukan peran dalam proses kreatif menuju terwujudnya tata-ruang dan tata-massa guna memenuhi tata kehidupan masyarakat dan lingkungannya, yang mempunyai latar belakang atau dasar pendidikan tinggi arsitektur dan/atau yang setara, mempunyai kompetensi yang diakui sesuai dengan ketentuan Ikatan Arsitek Indonesia, serta melakukan praktik profesi arsitek.
Profesi Arsitek adalah keahlian dan kemampuan penerapan di bidang rancangan arsitektur dan pengelolaan proses pembangunan lingkungan binaan yang diperoleh melalui pendidikan tinggi arsitektur dan/atau yang diakui oleh organisasi serta dari pengalaman penerapan pengetahuan ilmu dan seni tersebut, yang menjadi nafkah dan ditekuni secara terus-menerus dan berkesinambungan.

  tugas drafter pada kontraktor dan konsultan perencana

Drafter pada sebuah proyek konstruksi bangunan baik gedung maupun infrastruktur mempunyai berbagai macam tugas dalam pekerjaanya diantaranya sebagai berikut:
gambar-shear-wall
Tugas drafter pada perusahaan kontraktor
Membuat gambar pelaksanaan / gambar shop drawing
gambar shop drawing adalah gambar detail yang disertai ukuran dan bentuk detail sebagai acuan pelaksana dalam melaksanakan pekerjaan pembangunan dilapangan sesuai dengan gambar perencanaan yang sudah dibuat sebelumnya.

Menyesuaikan gambar perencana dengan kondisi nyata dilapangan
seringkali apa yang sudah direncanakan oleh perencana tidak memungkinkan untuk dilaksanakan dilapangan karena kondisi kenyatanya ternyata berbeda atau bisa jadi telah ada perubahan bentuk struktur pekerjaan sebelumnya yang menyebabkan pekerjaan selanjutnya harus berubah, disinilah tugas seorang drafter untuk membuat gambar kerja yang dapat dilaksanakan.
Menjelaskan kepada pelaksana lapangan/ surveyor
Gambar shop drawing yang sudah dibuat adakalanya kurang dipahami oleh pelaksana lapangan baik dari segi bentuk detail struktur maupun ukuran bangunan sehingga diperlukan koordinasi yang baik dengan pihak lapangan agar struktur bangunan yang dibuat sesuai dengan apa yang sudah direncanakan sebelumnya.

Membuat gambar akhir pekerjaan / asbuilt drawing
Gambar asbuilt drawing adalah gambar laporan hasil pelaksanaan yang sudah dibuat dilapangan untuk dijadikan pertanggung jawaban kepada pemilik proyek/owner, gambar asbuilt drawing dibuat setelah pekerjaan selesai dan tidak ada perubahan dilapangan.

Tugas drafter pada perusahaan konsultan
Bersama-sama arsitek membuat gambar pra rencana bangunan, gambar perencanaan bangunan, serta gambar for construction yang diserahkan kepada owner/pemilik proyek untuk dijadikan pedoman dalam menghitung rencana anggaran biaya bangunan serta pelaksanaan pembangunan.

Kemampuan yang sebaiknya di miliki drafter dalam melaksanakan pekerjaanya antara lain:
  • Dapat membuat gambar sketsa bangunan.
  • dapat membuat gambar Autocad, gambar 3 dimensi.
  • mengetahui ilmu teknik gambar bangunan.
  • mengetahui jenis-jenis material bangunan.
  • dapat mengoperasikan software arsitektur sebagai pendukung pekerjaan menggambar bangunan lainya seperti autocad, 3 dmax, potoshop,corel draw, microsoft word & Excel.
  • Bagi Drafter diucapkan selamat bekerja

 

 

 Madura House at Kiribathgoda in Sri Lanka by Damith Premathilake designed using SketchUp

 
May 7th, 2011 by Sumit Singhal
HOUSE AT KIRIBATHGODA BY ARCHITECT DAMITH PREMATHILAKE
Elements of nature introduced to create calmness within the confines
The house designed by architect Damith Premathilake, located at Kiribathgoda close to the Colombo – Kandy road, is a good example where both the architect and the client appreciate the simplicity, clarity and positive response to nature in design.
Interior View
  • Principal Architect: Damith Premathilake
  • Name of Project: Madura House at Kiribathgoda
  • Location: Kiribathgoda, Sri Lanka
  • The total Project area: 3050 Sq.ft
  • Project Period: 16 months
  • Project completion date: August 2009
  • Client: Mr.Madhura Pathirana
  • Photographers: Kushantha & Danushka (Studio U)
  • Software used: Architectural Sketch-Up to do the 3D images and rendering

Stairs
Entering through the front gate and climbing up a few steps to the left and walking through a front garden, one reaches the living room of the house through the spacious front verandah. The lower elevation of the site towards the right boundary has been taken into advantage in placing the garage, living, dining, quarters for domestic help and kitchen at split levels to create interest and to minimize the circulation spaces.
Stairs
The front and rear gardens provide light and ventilation and glimpses of nature to the living areas, creating a sense of spaciousness, thus bringing a lightness to the structure, and creates a peaceful atmosphere. Simplicity of roof structure, avoiding of elaborate detailing, placing of narrow windows at correct positions add to strengthen this character.
Living room
The softness of the lush green grass in the front and rear gardens and white painted walls is intentionally broken down by the introduction of rugged textures in the garden benches, exposed rubble and brick walls in the courtyards, cement rendered floors, cement tile paving in the verandahs etc. The architect says “ this is a true interpretation of nature and the life itself, ”who further adds, “ creating a simple, peaceful built environment, while responding to nature positively, by making minimum disturbance to nature, is my concept in the design of this house“.
Entrance
The greatest challenge was to achieve the desired sense of lightness and void and at the same time confirm to the urban environmental requirements. The design aspired to create a dialogue between solid and void, building and landscape features. This dialogue is evident from the street as visitor walk along the covered path through the front courtyard. The solidity of one volume is put together against lightness of the other; the landscape and built elements fuse with one another. The outside permeates the interior and the home is enveloped with natural light and ventilation.
Images Courtesy Kushantha & Danushka (Studio U)
Images Courtesy Kushantha & Danushka (Studio U)
Stairs
Exterior View
Interior View
Bathroom
Washroom
Images Courtesy Kushantha & Danushka (Studio U)
Images Courtesy Kushantha & Danushka (Studio U)
Images Courtesy Kushantha & Danushka (Studio U)
Images Courtesy Kushantha & Danushka (Studio U)